Kehidupan Setelah Mati: Terputus dari Dunia, Menanti Akhirat

AQL Peduli, Khazanah – Baru saja tersiar kabar kematian ulama tanah air, Syekh Ali Jaber. Ulama asal Arab Saudi itu telah lama mengabdikan umurnya untuk berdakwah di Indonesia. Kabar tersebut menjadi berita duka seluruh negeri, terkhusus umat Islam yang merasa sangat kehilangan.

Berita kematian Syekh Ali Jaber tergolong mengangetkan. Sebab beliau dilaporkan semakin menunjukkan perkembangan yang baik setelah terinfeksi Covid-19 pada Selasa (29/12) lalu. Selama dirawat intensif, kesehatan dai kelahiran Madinah ini terus memperlihatkan perkembangan baik setiap harinya. Kendati begitu, kematian selalu mengagetkan banyak pihak. Ia datang tanpa permisi. Malaikat maut mencabut nyawa siapa saja jika ajalnya telah tiba. Tak peduli ulama, orang awam, pejabat, dan rakyat. Semua takluk di depan kematian.

Apa yang terjadi setelah mati?

Kematian selalu berada di depan mata manusia. Setelah hembusan nafas terakhir, ia akan berpindah ke alam barzah. Sebuah alam yang memisahkan seseorang dari kelezatan dunia, dan tempat menanti hari kebangkitan.

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan, di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mukminun [23]: 99-100).

Kata barzakh dalam ayat di atas berarti pemisah antara dua hal seperti dijelaskan dalam Ar-Rahman ayat 20. Mujahid menjelaskan, alam barzakh itu adalah alam yang memisahkan antara dunia dan akhirat atau alam antara sesudah mati dan hari kebangkit an (tafsir Ibnu katsir dan al-Thabari). Alafahany menjelaskan, alam barzakh adalah alam pe misah antara manusia dan kesempatan mencapai derajat yang tinggi di akhirat.

Hal ini seperti difirmankan surah al-Mukminun ayat 11, “… Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibang kitkan.” Karena itu, Rasulullah mengajarkan kaum Muslimin untuk selalu berdoa supaya dijauhkan dari azab kubur atau di alam barzakh.

Informasi dari Al-Qur’an dan hadis tersebut bisa disimpulkan bahwa setelah mati, manusia memasuki alam yang memisahkannya dengan alam dunia ini. Saat berada dalam alam itu, ia tidak bisa kembali lagi ke atas dunia, tapi belum masuk ke alam akhirat karena kiamat belum datang. Di alam inilah orang yang telah meninggal menunggu datangnya kiamat.

Alam ini dinamakan barzakh atau bisa juga disebut alam kubur. Alam ini gaib yang tidak diketahui apa dan bagaimana kehidupan di dalamnya kecuali yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Di alam ini, manusia diberi nikmat jika dia beriman dan beramal saleh, sebaliknya jika dia adalah orang kafir atau banyak berbuat dosa, akan mendapatkan azab kubur.

Mengenai alam barzah ini, Qatadah mengatakan bahwa alam barzakh adalah alam antara kematian dengan hari kebangkitan. Alam barzakh ini adalah alam kubur, di mana kalian ditanam di bawah tanah, di mana kalian berada antara dirimu dengan akhirat.

Al-Hasan juga berkata; alam barzakh adalah kuburan ini yang kalian sedang terbaring di dalamnya, dan kalian tidak akan pernah bisa mendengarkan suara apapun. Atha’a Al-Harasani mengatakan; alam barzakh adalah rentang waktu antara dunia dan akhirat.

Suatu ketika Abu Umamah salat jenazah. Ketika jenazah itu diletakkan di liang lahat, Abu Umamah berkata; inilah alam barzakh yang tinggal di dalamnya sampai hari kebangkitan.

Asy-Sya’bi berkata; orang-orang berkata fulan telah mati. Dia yang meninggal itu tidaklah berada di dunia dan belum pula sampai di akhirat, tetapi dia sekarang berada di alam barzah. Asy-Sya’bi pernah mendengar seseorang megatakan ‘si fulan telah meninggal, maka dia sekarang menjadi penduduk akhirat’. Dia menimpali; ‘jangan kau katakana kepadanya penduduk akhirat, tapi dia adalah sebagai penduduk kubur’.

Inti informasi di atas sebenarnya adalah mengingatkan manusia agar selalu mengingat kematian. Kematian adalah penghancur kelezatan dunia. Manusia diminta memperbanyak amal kebaikan selagi masih ada kesempatan berbuat baik di dunia. Sebab, ketika sudah mati, manusia tidak bisa melakukan kebaikan sekecil apapun, yang ada hanya penyesalan demi penyesalan. Maka itu, sebelum terlambat, bertaubatlah dan perbanyak amal saleh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scan the code