cropped-Desain_tanpa_judul__21_-removebg-preview-1.png

Kurban Menghidupkan Semangat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Hari Raya Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, merupakan salah satu perayaan penting dalam Islam. Selain memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, Idul Adha juga mengajarkan umat Muslim tentang nilai-nilai pengorbanan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Melalui ibadah kurban, semangat berbagi dan mempererat tali persaudaraan antarumat semakin dikuatkan.

Makna Kurban dalam Islam

Kurban berasal dari kata “qariba” yang berarti mendekat. Dalam konteks religius, kurban merupakan tindakan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menyembelih hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau unta. Perintah berkurban terdapat dalam Al-Quran, salah satunya dalam Surat Al-Hajj ayat 34:

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka…” (QS. Al-Hajj: 34).

Kurban dan Solidaritas Sosial

Ibadah kurban bukan hanya soal penyembelihan hewan, tetapi lebih dari itu, ia mengandung pesan moral dan sosial yang mendalam. Berikut beberapa aspek yang menjelaskan bagaimana kurban menghidupkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial:

  1. Berbagi dengan Sesama Salah satu tujuan utama kurban adalah berbagi rezeki dengan mereka yang kurang mampu. Daging kurban didistribusikan kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian sosial, di mana kebahagiaan dan keberkahan dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat.
  2. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Saat umat Muslim berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Adha dan menyaksikan penyembelihan hewan kurban, tercipta momen kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan (ukhuwah). Kurban menjadi sarana untuk saling mengenal, saling menghargai, dan memperkuat ikatan sosial antarindividu dalam komunitas.
  3. Menumbuhkan Rasa Empati Dengan berkurban, umat Muslim diajarkan untuk merasakan penderitaan dan kebutuhan orang lain. Tindakan ini menumbuhkan rasa empati dan kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta) namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Kurban dan Kepedulian Lingkungan

Pelaksanaan kurban juga dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan. Umat Muslim dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan memastikan bahwa penyembelihan dilakukan dengan cara yang humanis dan higienis. Dengan demikian, kepedulian sosial juga mencakup menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan.

Kesimpulan

Ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan manifestasi dari nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial dalam Islam. Melalui kurban, umat Muslim diajak untuk berbagi rezeki, mempererat tali persaudaraan, dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Selain itu, pelaksanaan kurban yang memperhatikan aspek lingkungan menunjukkan kepedulian yang lebih luas terhadap alam sekitar. Dengan demikian, semangat kurban dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu peduli dan berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber:

  1. Al-Quran Surat Al-Hajj: 34
  2. Hadis Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah
  3. Situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (kemenag.go.id)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Scan the code