Perang Dagang Terbaru AS dan China Tegang dengan Tarif Impor Baru

Washington, DC, 10 Juni 2024 (Reuters) – Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah kedua negara secara resmi mengumumkan tarif impor baru, meningkatkan ketegangan dalam apa yang tampaknya menjadi konflik perdagangan yang tak kunjung usai.

Presiden AS, dalam pidato yang disiarkan secara langsung di seluruh negeri, mengumumkan peningkatan tarif impor sebesar 25% untuk sejumlah produk yang diimpor dari China, termasuk teknologi canggih dan produk elektronik. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap langkah serupa yang diambil oleh pemerintah China beberapa hari sebelumnya.

Sementara itu, Beijing juga menanggapi dengan keras terhadap langkah AS, mengumumkan peningkatan tarif sebesar 30% untuk produk pertanian dan energi yang diimpor dari AS. Menteri Perdagangan China, dalam sebuah pernyataan kepada pers, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan respons atas “provokasi ekonomi” yang dilakukan oleh pemerintah AS.

Reaksi pasar terhadap pengumuman ini telah tercampur aduk, dengan saham-saham di pasar global merosot secara signifikan. Analis ekonomi memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang ini dapat memiliki dampak yang merugikan bagi pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Kedua negara, sementara itu, belum memberikan sinyal konkret tentang kemungkinan perundingan lanjutan untuk mencari solusi damai atas perselisihan perdagangan mereka. Namun, dengan masing-masing pihak menegaskan keputusannya untuk melindungi kepentingan nasional mereka, prospek penyelesaian damai tampak semakin sulit.

Dengan tidak adanya tanda-tanda rekonsiliasi dalam pandangan, dunia memperhatikan dengan cemas perkembangan lebih lanjut dalam perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Artikel ini diadaptasi dari: Reuters

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Scan the code